Meranti,- Bupati Meranti H Muhamad SH MM Nonton Bareng Pemutaran Film G30S/PKI Bekerjasama Dengan Danramil Tebing Tinggi dan HMI Kabupaten Kepulauan Meranti di Halaman Kantor Bupati.(30/09/2022)
Sedikit cerita dari sumber tentang sejarah Gerakan 30 September (G30S) yang dilakukan oleh Partai Komunis Indonesia (PKI) atau dikenal dengan sebutan G30S PKI merupakan bagian dari sejarah Indonesia. Kenapa G30S PKI bisa terjadi, tentunya menjadi pertanyaan banyak orang. Peristiwa kelam ini juga masih begitu melekat di ingatan masyarakat Indonesia, meski telah lama berlalu.
Kala itu, PKI yang merupakan salah satu partai tertua dan terbesar di Indonesia ini yang berhasil meraih 16,4 persen suara dan menempati posisi keempat di bawah PNI, Masyumi, dan NU berdasarkan sumber sejarah.
G30S PKI terjadi pada 30 September pada malam hingga dini hari dan masuk ke 1 Oktober 1965. Peristiwa ini dimotori oleh pemimpin terakhir PKI yakni Dipa Nusantara Aidit atau DN AIdit. Gerakan pemberontakan yang dilakukan oleh PKI ini mengincar perwira tinggi TNI AD Indonesia. Tiga dari enam orang yang menjadi target langsung dibunuh di kediamannya. Sementara itu, beberapa lainnya diculik dan dibawa menuju Lubang Buaya.
Keenam perwira tinggi yang menjadi korban G30S PKI antara lain Letnan Jenderal Anumerta Ahmad Yani, Mayor Jenderal Raden Soeprapto, dan Mayor Jenderal Mas Tirtodarmo Haryono. Ada juga Mayor Jenderal Siswondo Parman, Brigadir jenderal Donald Isaac Panjaitan, dan Brigadir Jenderal Sutoyo Siswomiharjo.
Tujuan utama G30S PKI adalah menggulingkan pemerintahan era Soekarno dan mengganti ideologi negara Indonesia menjadi komunisme.
PKI sendiri disebut memiliki lebih dari 3 juta anggota dan membuatnya menjadi partai terbesar ketiga di dunia, setelah RRC dan Uni Soviet.
Adapun beberapa tujuan G30S PKI lainnya yang dikutip dari buku Sejarah untuk SMK Kelas IX oleh Pratowo adalah sebagai berikut, Menghancurkan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dan menjadikannya sebagai negara komunis. Menyingkirkan TNI Angkatan Darat dan merebut kekuasaan pemerintahan. Mewujudkan cita-cita PKI, yakni menjadikan ideologi komunis dalam membentuk sistem pemerintahan yang digunakan sebagai alat untuk mewujudkan masyarakat komunis. Mengganti ideologi Pancasila menjadi ideologi komunis. Kudeta yang dilakukan kepada Presiden Soekarno tak lepas dari rangkaian kegiatan komunisme internasional.
Kemudian usai menyaksikan film G30S PKI Bupati menyampaikan beberapa hal bahwa, Atas nama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, saya mengucapkan terima kasih dan memberikan apresiasi kepada Segenap Pengurus Himpunan Mahasiswa (HMI) Kepulauan Meranti atas terselenggarakannya acara Nobar G30 S PKI. Tentu kami sangat menyambut baik acara seperti ini.
"Hal ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan mengigatkan kembali kepada seluruh komponen masyarakat khususnya generasi muda peristiwa G 30 S/PKI, sehingga generasi muda benar-benar memahami sejarah bangsa ini serta berupaya mengantisipasi dan mewaspadai bahaya laten Komunis. Dimana paham komunis sangat bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila sehingga dapat membahayakan kehidupan berbangsa dan bernegara", bebernya H Muhamad Adil SH MM
"Untuk itu, melalui Pemutaran film G30 S PKI
diharapkan mampu menguatkan kembali nilai-nilai Pancasila yang saat ini mulai luntur di masyarakat khususnya kalangan pemuda. Saya menganggap pentingnya generasi muda sekarang untuk mengetahui sejarah Indonesia di masa lalu dan ini juga mengajak kita sebagai bangsa Indonesia untuk
tidak melupakan sejarah kelam dan mencegah terulang kembali kekelaman tersebut", tutupnya H Muhamad Adil SH MM.
Diakhiri acara Bupati Meranti H Muhamad Adil SH MM juga memberikan dorprize berupa jam dinding kepada penonton yang ada di situ selain mahasiswa dan TNI juga ada masyarakat yang datang nobar tersebut.(Bom).